AnGin tiMur, cepatLah perGi. TeMui dia disana…belaILaH ramButnya dengaN lEmBUt, daN berBisiKlaH di telInGanya. KatakAn padanYA, ‘oraNg yanG telaH mengoRbaNkaN segaLanya uNtuKmu menyaMpaIkaN salaM dari jaUh. TitiPkaN sehembuS nafaSmUh melalUi sang anGiN uNtuK memberitahU dia bahwa engKau masiH memIkIrkannYa’.
DuhAi gaDis, andaI aQ tiDaK dapaT mempersemBaHkaN jiwaQ padaMu, maka leBiH baIk aQ memBuAngnya daN kehIlangaN ia unTuK selaManya. AQ terbakaR dalAm aPi ciNta. Aq tenggelAm dalam aIr mata keseDihan. BahkaN mataHaRi yaNg menyInari dunia dapat merasakaN panaSnya bara hasraTq. AQ adalaH ngengaT yaNg terbaNg menemBuS malaM uNtuk mengItaRi nyala lIlin. Oh liliN jiwaq, jangan siKsa aq ketiKa aq mengelIlIngImu! KaU telaH memIKaTku, kaU telah meraMpaS tiDuRq, akaLq, juga tuBUhq.