Arsip Harian: Mei 16th, 2008

aSsaLamu’alaikumm….

uNtuk sabaHabaDq iaNk memesaN poStiNg nie…si – SHa-sHA, safiRa

LeBih dahuLu memaKnaI cInta…
Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit.

Cinta Adalah Fitrah Yang Suci
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.

Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.

putus cinta

Trus gmn nie kaLu kaMu puTus cInta???

1. Tenangkan hatimu

Buat yang sedang putus cinta, langkah pertama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, rekomend yang harus kamu lakuin adalah nenangin perasaan yang shock tadi. Caranya, kalo harus nangis luapin aja sepuas-puasnya. Karena setelah itu justru bisa bikin hati plong. Walau rasanya udah sakit berat. Nah buat yang kaum cowok, kayaknya proses pengendapan perlu deh dijalanin. Mana tau dari sana bisa saling introspeksi diri.

2. Bye?bye?doi

Buang segala pernak pernik yang mengingatkan kamu padanya. Mulai dari benda pemberiannya, fotonya atau apapun juga tentangnya. Karena hal itu bikin kamu jadi nggak tambah tenang.

3. Cari Kesibukan Baru

Setelah kamu memutuskan untuk jalan sendiri lagi, mungkin ada sesuatu yang terasa hilang. Belajar lah untuk dewasa. Mulai bikin aktifitas baru yang bisa menghibur sekaligus positif. Bentuknya bisa apa aja, kalo kamu suka musik ya kembali lah buat ngejalaninnya. Atau hoby lainnya yang termasuk menguntungkan.

4. Creative Thinking

Be creative untuk melakukan sesuatu yang terbaik. Meski kamu baru putus bukan berarti meratapi tangis. Justru sekarang lah waktunya untuk bangkit dan ngembaliin suasana menjadi lebih baik.

5. Tetap Survive

Dengungkan perasaan itu. Walau orang yang pernah kamu kasihi pergi. Tapi kamu nggak bakalan mati dan tenggelam sama kepiluan. Tetap lah survive dan percaya diri.

Jurus Ampuh Menghilangkan Bayangan si – dia
Coba ikuti trik di bawah ini agar lepas dari bayang-bayang wajah si dia:

* Berdo’alah…Berharaplah pada yang Kuasa, ALLAh SWT untuk diberikan ketenangan diri. Coba berbagi cerita alias curhat dengan sahabat. Masukan positif dari sahabat efektif membuat perasaan jauh lebih tenang.
* Selesaikan masalah dengan si-dia sampai tuntas, sehingga tidak ada lagi unfinished business.
* Alihkan pikiran dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Baca Al qur’an, yang merupakan kitab penyembuh luka hamba-NYA, Shalat sunnah, dan hibur diri dengan mengerjakan hobi yang paling disukai, bisa juga bertadaburlah dengan alam agar pikiran lebih segar dan tenang
* Pompalah harga diri dengan suatu hadiah istimewa. Ciptakan kondisi pencapaian prestasi lebih baik. Gag ada si-dia???yabh, prestasi tentunya lebih baik.

cinta

Setiap individu pasti akan merasai cinta dan mencintai sesuatu. Cinta adalah perasaan halus yang dimiliki hati setiap manusia, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Islam, cinta merupakan masalah utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta. Sabda Rasullulah SAW.: “Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia akan mendapat manisnya iman, yakni: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; mencintai seseorang hanya karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itulah Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21).

Jelaslah bahwa cinta adalah tanda kehidupan ruhani dalam aqidah orang mukmin, seperti halnya cinta juga menjadi dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Selain itu, iman dalam Islam ditegakkan berdasarkan cinta dan kasih sayang, sebagaimana terlukis indah dalam sabda Rasulullah SAW : “Demi Dzat yang diriku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim)

Dalam hadist diatas, Rasullulah SAW menegaskan bahwa jalan menuju ke syurga bergantung kepada iman, dan iman bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun dalam aqidah, dan asas dalam agama.

Cinta dalam Islam adalah kaidah dan sistem yang mempunyai batas. Ia adalah penunjuk ke arah mendidik jiwa, membersihkan akhlaq serta mencegah atau melindungi diri daripada dosa-dosa. Cinta dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang, penuh dengan perasaan cinta dan dicintai.

Sayangnya dalam kondisi saat ini, cinta yang lahir cenderung penuh hawa nafsu dan menyimpang daripada tujuan murni yang sebenarnya. Setiap saat, setiap hari kita dibuai dengan lagu cinta, dibuat terlena dengan tontonan kisah cinta yang menghanyutkan kita ke dunia khayal yang merugikan. Kini bahkan banyak yang menyalahartikan makna cinta sebenarnya, sehingga terdorong melewati batas pergaulan dan tatasusila seorang mukmin.

Untuk itu, renungkanlah sejenak hakikat kehidupan kita di dunia. Rasullulah SAW bersabda: “Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri sendiri.” Juga sabda Rasulullah, “Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah.” (HR Hakim dari Abu Hurairah).

cinta