Arsip Bulanan: April 2008

kangguru

Kang GURU is more than a weekly English language radio program broadcast on over 140 radio stations across Indonesia. Kang GURU, with support from the Australia Indonesia Partnership (AIP), AusAID and the Indonesia Australia Language Foundation (IALF), produces a FREE English language magazine each March, June, September and December. Kang GURU is also linked directly with over 60 active, English language clubs across Indonesia. Existing English language materials for students and English language teachers is now comprised of several teacher packages including the 2004 Revised Teacher Package (the yellow package). To add to that, the SMP Teacher Package was released in mid-December 2005 and Kang GURU’s SMA Teacher Package is now available. Both of these packages are linked to the current English language curriculum used in Indonesian schools.

Kang GURU began in 1989. The Indonesian Government together with the Australian Government, through AusAID, established the Kang GURU language radio program network in Indonesia. The Staff of Kang Guru together with the Indonesia Australia Language Foundation, welcome you to this website designed primarily for you – the English language learner in Indonesia.

magazine

Kang GURU magazines are available FREE of charge every March, June, September and December courtesy of AusAID and the Indonesia Australia Language Foundation (IALF).

If you are not on the Kang GURU database then just write to Kang GURU, or send an email, requesting the Kang Guru magazine. Write 75 words of information about YOU. Tell us about your life, your hobbies, your family – whatever really BUT tell us some interesting stuff, okay? Be sure to include your full name and complete address in your letter or email.

Great news from Kang GURU– if you want to register for a free magazine you can do it

NOW by SMS – 081 2387 0479.

maW daPeD maJAlaH kanggUru graTis???buruAn…dafTaR…cukup kLik alaMAt dibaWaHh…Ocei…iTung2 laTihan vocaBulaRy in engLish…hehehe^^
cuKuP kLik disInie ajaH…OKeii

heNpund

Handphone/ponsel tidak memancarkan radiasi infra merah pada saat menerima SMS/telepon. Berdasarkan artikel mengenai Cellular Frequencies (Wikipedia), frekuensi handphone adalah pada band 800 Mhz, 1800 Mhz, atau 1900 Mhz, sedangkan gelombang infra merah memiliki frekuensi 300 Ghz – 400 Thz. Ini jelas berbeda jauh. Lagi pula, dalam sebuah handphone yang tidak ada fasilitas komunikasi infra merah, tidak ada alat atau komponen yang dapat memancarkan infra merah. Lalu dari manakah infra merah itu berasal?

Apakah aman menggunakan handphone / ponsel ?

Ketika Anda mengirim/menerima SMS atau menelepon/ditelepon, handphone memancarkan gelombang elektromagnet agar dapat berkomunikasi dengan pemancar operator terdekat. Dalam jumlah yang berlebihan, radiasi ini berbahaya, namun dalam jumlah kecil, radiasi gelombang elektromagnet tidak berbahaya bagi manusia.

FCC (salah satu lembaga pemerintah AS) menetapkan batas maksimal besarnya radiasi yang diperbolehkan untuk handphone atau telepon genggam. Besarnya radiasi handphone ini disebut SAR (Specific absorption rate). SAR adalah nilai maksimum radiasi yang diserap oleh tubuh per satuan berat. FCC menentukan besarnya SAR untuk handphone adalah maksimal sebesar 1.6 W/kg. Negara-negara di Eropa (European Union) menetapkan besarnya SAR maksimal adalah sebesar 2 W/kg. Handphone/ponsel yang berada di atas batas ini tidak boleh diproduksi dan diperdagangkan di negara tersebut.

Anda bisa melihat daftar nilai SAR dari berbagai macam merk HP di situs FCC, klik di sini. Jika nilai SAR tinggi, maka radiasi handphone tersebut tinggi. Sepuluh handphone dengan nilai SAR paling tinggi adalah (namun masih di bawah batas ‘aman’):

  1. Motorola V195s (1.6)
  2. Motorola Slvr L6 (1.58 )
  3. Motorola Slvr L2 (1.54)
  4. Motorola W385 (1.54)
  5. Motorola Deluxe ic902 (1.53)
  6. T-Mobile Shadow (HTC) (1.53)
  7. Motorola i335 (1.53)
  8. Samsung Sync SGH-C417 (1.51)
  9. Motorola V365 (1.51)
  10. RIM BlackBerry Curve (AT&T) (1.51)

Sepuluh handphone dengan nilai SAR paling kecil (radiasi kecil) adalah:

  1. LG KG800 (0.135)
  2. Motorola Razr V3x (0.14)
  3. Nokia 9300 (0.21)
  4. Nokia N90 (0.22)
  5. Samsung SGH-G800 (0.23)
  6. Samsung Sync SGH-A707 (0.236)
  7. Nokia 7390 (0.26)
  8. Samsung SGH-T809 (0.32)
  9. Bang & Olufsen Serene (Samsung SGH-E910) (0.33)
  10. Motorola Razr2 V8 (0.36)

Sampai saat ini penelitian mengenai radiasi handphone masih terus dilakukan dan kesimpulan mengenai berbahaya atau tidak masih belum final. Setidaknya kita perlu berhati-hati dengan cara (saran ini diambil dari sini):

  1. Menggunakan handsfree jika kita akan menelepon dalam waktu lama.
  2. Jauhkan handphone dari tubuh Anda.
  3. Jangan menelepon di mobil tanpa antena eksternal.

Biasanya ABG remaja atau muda-mudi yang masih hot-hotnya pacaran sering sekali menggunakan handphone berjam-jam. Apalagi sekarang ada iklan kalau tarifnya murah (0.000…01 rupiah/detik). Bahkan ada yang nelpon semalaman sampai subuh sambil tiduran. Ini tidak baik karena radiasi handphone yang berlebihan dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Lihat artikel mengenai Mobile phone radiation and health (Wikipedia).

Kembali ke masalah infra merah

Artikel ini ditulis menyusul beredarnya SMS berantai yang bunyinya seperti ini:

Kalau ada nomor handphone yang 0866 dan 0666 atau yang warna merah call masuk jangan diangkat ya, soalnya sudah ada yang mati gara-gara angkat nomor tersebut karena orang itu sedang praktek ilmu hitam.

Kemudian menyusul argumen lain:

menurut seorang profesor dari WHO itu memang bukan ilmu hitam, tapi sang penelepon mengirim sinar infra merah yang berlebihan ke nomor yang dituju, sehingga memang bisa mengakibatkan sang penerima tewas.

Berita ini adalah salah atau hoax, karena:

  1. Pada saat menerima/mengirim SMS/telepon, handphone tidak memancarkan radiasi infra merah (seperti yang dijelaskan pada awal artikel ini).
  2. Handphone yang tidak ada fasilitas komunikasi infra merahnya, di dalamnya tidak ada alat untuk memancarkan infra merah.
  3. Handphone yang memiliki fasilitas komunikasi infra merah, infra merah tidak aktif saat mengirim atau menerima SMS/telepon dan baru aktif saat akan membuat komunikasi dengan handphone lain atau komputer dengan port infra merah.
  4. Handphone yang memiliki fasilitas komunikasi infra merah, dan dipasarkan di Indonesia, telah memenuhi standar besarnya batas maksimal radiasi yang diperbolehkan dan aman bagi manusia.

Apakah infra merah berbahaya?

Infra merah yang dipancarkan oleh peralatan elektronik (mouse, remote TV) yang telah memenuhi standar kesehatan (FCC) adalah tidak berbahaya. Banyak sumber infra merah lain dalam intensitas yang besar, misalnya matahari, lilin yang menyala, tidak berbahaya bagi tubuh, malah menyehatkan.

Bahkan sekarang ada sauna dengan infra-merah, sehingga Anda tidak perlu repot-repot dengan uap-air panas. Terlepas dari masalah kontroversi penggunaan sauna ini, sauna dengan infra merah tidak menyebabkan sesak nafas karena menghirup uap air.

Bagaimana dengan santet / ilmu hitam yang dikirim lewat SMS?

Dalam hal ini, penulis berpendapat bahwa ilmu hitam yang dimaksud adalah sugesti negatif. Sugesti merupakan keyakinan orang yang bisa mempengaruhi tingkah laku bahkan kesehatan manusia. Jika seseorang ketakutan menerima SMS ini, bisa berakibat buruk (takut yang berlebihan, cemas) dan menggangu kesehatan orang tersebut (sulit tidur, sulit konsentrasi, pingsan). Namun jika kita tidak percaya akan kebenaran SMS tersebut, maka insya Allah tidak akan terjadi apa-apa.

dikutip dari musyaffacell wordpress.

jadi kawand???apa iaNk perLu ditaKuTin lagie??

ditengaH maraKnya teLp muraH daN baru…

jaDi gag usaH terlalU memiKirKand akan haL inie yaBh…mikirin ajha tuh, maU UTS…hehhehe, udaH siaP LoM???

MaW taW banYaK tentaNg henPund???aPLikaSinya???haRgaNya???jaNgaN Lupa yaBh beLi pULsa baru bicara…hehehe^^

jangaN lupa kLIk Logo2 yaNg ada dibawaH yaBH….

maJalAh HP keReND nie


puLsa, taBloid langgaNanQ


A. Konsep Kebutuhan Individu

Indiviu adalah pribadi yang utuh, dan kompleks. Kekompleksan tersebut dikaitkan dengan kedudukannya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Oleh karena itu, selain harus memahami dirinya sendiri, ia juga harus memahami orang lain dan memahami kehidupan bersama di dalam masyarakat, memahami linkungan serta memahami pula bahwa ia adalah makluk Tuhan, sebagai makhluk psiko-fisik, manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan fisik dan psikologis, dan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, manusia mempunyai kebutuhan individu (yang juga dikenal sebagai kebutuhan pribadi dan kebutuhan sosial kemasyarakatan). Dengan demikian, setiap individu memiliki kebutuhan karena ia tumbuh dan berkembang untuk mencapai kondisi fisik dan sosial psikologis yang lebih sempurna dalam kehidupannya.

Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan menuju ke jenjang kedewasaan, kebutuhan hidup seseorang mengalami perubahan-perubahan sejalan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Kebutuhan sosial psikologis semakin banyak dibandingkan dengan kebutuhan fisik karena pengalaman kehidupan sosialnya semakin luas. Kebutuhan itu timbul karena adanya dorongan-dorongan (motif). Dorongan adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu (Sumadi, 1971 :70; Lefton, 1982 :137). Dorongan dapat berkembang karena kebutuhan psikologis atau karena tujuan-tujuan kehidupan yang semakin kompleks. Lebih lanjut, Lefton (1982) menyatakan bahwa kebutuhan dapat muncul karena keadaan psikologis yang mengalami goncangan atau ketidakseimbangan. Munculnya kebutuhan tersebut untuk mencapai keseimbangan atau keharmonisan hidup.

Kebutuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer pada hakikatnya merupakan kebutuhan biologis atau organic dan umumnya merupakan kebutuhan yang didorong oleh motif asli. Contoh kebutuhan primer, antara lain adalah: makan, minum, bernafas, dan kehangatan tubuh. Pada tingkat remaja dan dewasa, kebutuhan primer ini dapat bertambah, yaitu kebutuhan seksual.

Adapun kebutuhan sekunder umumnya merupakan kebutuhan yang didorong oleh motif yang dipelajari, seperti kebutuhan untuk mengejar pengetahuan, kebutuhan untuk mengikuti pola hidup bermasyarakat, kebutuhan akan hiburan, alat transportasi, dan semacamnya. Klasifikasi kebutuhan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder sering digunakan, namun pengklasifikasian semacam ini sering membingungkan. Oleh karena itu, Cole dan Bruce (1959) (Oxendine, 1984:227) membedakan kebutuhan menjadi dua kelompok, yaitu kebutuhan fisiologis dan kebutuhanpsikologis. Pengelompokan ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Murray (1938) (Oxendine, 1984:227) yang mengajukan istilah berbeda, yaitu kebutuhan viscerogenic dan kebutuhan psycogenic. Beberapa contoh kebutuhan fisiologis adalah makan, minum, istirahat, seksual, perlindungan diri, sedangkan kelomok kebutuhan psikologis, seperti yang dikemukankan Maslow (1943) mencakup (i) kebutuhan untuk memiliki sesuatu, (ii) kebutuhan akan cinta dan kasih saying, (iii) kebutuhan akan keyakinan diri, dan (iv) kebutuhan aktualisasi diri. Dalam perkembangan kehidupan yang semakin kompleks, pemisahan jenis kebutuhan yang didorong oleh motif asli dan motif-motif yang lain semakin sukar dibedakan.

Dalam bidang kehidupan ekonomi, kebutuhan primer dikenal sebagai kebutuhan pokok yang mencakup kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak dan harus segera dipenuhi, sedangkan kebutuhan kedua, pemenuhannya dapat ditunda bilamana perlu dan dilihat skala prioritasnya. Kebutuhan sosial psikologis seorang idividu terus mengalami perkembangan sesuai dengan erkembangan kondisi kehidupannya yang semakin luas dan kompleks. Freud mengemukakan bahwa sikap dan perilaku manusia didorong oleh faktor seksual (dorongan seksual) dengan teorinya yang terkenal sebagai teori libido seksual. Pandangannya tentang konsep diri juga dikaitkan dengan teori libido seksual ini. Ia mengemukakan bahwa prinsip kenikmatan senantiasa mendasari perkembangan sikap dan perilaku manusia, dan dengan prinsip itu, ia menyatakan bahwa faktor pendorong utama perilaku manusia adalah dorongan seksual. Semua bentuk perilaku manusia dikaitkan dengan upaya untuk mencapai kenikmatan atau kepuasan seksual. Namun, Freud menjadi terkenal sehubungan dengan pandangannya yang pada pokoknya menyatakan bahwa dalam perkembangan manusia terjadi pertentangan antar kebutuhan insting pribadi dan tuntutan masyarakat. Dalam pendekatannya terhadap pembentukan kepribadian, ia mengemukakan perlunya penyelesaian pertentangan tersebut dengan pendektan analisis psikologik, sehingga teori Freud itu terkenal dengan teori psikoanalisis.

Menurut teori Freud, struktur kepribadaian seseorang berunsurkan tiga komponen utama, yaitu id, ego, dan superego. Ketiganya merupakan faktor-faktor penting yang mendorong terbentuknya sika dan perilaku manusia serta struktur pribadi. Teori psikoanalisis Freud diawali dengan mengemukakan asumsi bahwa dorongan utama yang pada hakikatnya berada pada id, senantiasa akan muncul pada setiap perilaku. Id dikenal sebagai insting pribadi dan merupakan dorongan asli yang dibawa sejak lahir. Id merupakan suber kekuatan insting pribadi yang bekerja atas dasar prinsip kenikmatan yang pada proses berikutnya akan memunculkan kebutuhan dan keinginan. Ego adalah komponen kepribadian yang praktis dan rasional; berdasarkan kenyataan. Jadi ego adalah komponen pribadi yang mewakili kenyataan (realita), berfungsi menghambat munculnya dorongan asli (id) secara bebas dalam berbagai bentuk. Dengan demikian, tugas ego adalah menyelaraskan (menyeimbangkan) pertentangan yang terjadi antara id dan tuntutan sosial. Kadang-kadang, tugas ego mencegah id untuk muncul, tetapi pada umumnya ego mencorong manusia untuk bertindak berdasarkan id-nya. Atas dasar pandangan ini, teori Freud tentang pembentukan pribadi dikenal sebgai conflict theory. Penyelesaian pertentangan atau konflik antara dorongan pribadi dan tuntutan sosial ini adalah pendekatan analisis psikologis. Adapun superego merupakan bagian sesuai dengan system moral dan ideal.

Erik Erickson (Buss, 1979:393-393) dalam menyelesaikan pertetangan antara dorongan pribadi dan tuntutan sosial mengajukan pandangan yang sekaligus merupakan revisi bagi teori Freud. Pedekatan yang dikemukakan untuk menyelesaikan pertentangan yang dikemukakan Erickson bersifat sosial dan berorientasi pada ego. Erickson lebih melihat kepentingan sosial. Revisi ini dimaksudkan agar kebutuhan-kebutuhan dalam perkembangan manusia perlu dilihat dari sisi kepentingan sosial.

Carl Rogers (1902) (dalam Buss, 1078:395) juga mengemukakan pendekatan tentang perkembangan pribadi individu. Dinyatakan bahwa seorang individu pada hakikatnya mencoba mengekspresikan kemampuan, potensi, dan bakatnya untuk mencapai tingkat perkembangan pribadi yang sempurna atau mapan. Rogers menyatakan dalam teorinya bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Apabila pengaktualisasian diri itu dapat diwujudkan, hal itu merupakan pertanda bahwa individu itu telah mencapai tingkat pertumbuhan pribadi yang semakin luas lingkupnya sehingga ia menjadi lebih bersikap rasional. Manusia dapat mengaktualisasikan diri dengan baik apabila mampu memperluas/ mengembangkan konsep dirinya.

Mengapa manusi berperilaku? Untuk menjawab pertanyaan ini digunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan organismik (internal) dan pendekatan lingkungan (eksternal). Pembicaraan tentang motif dan atau motivasi merupakan bagian yang akan ditinjau secara khusus dalam bagian ini, yang berarti uraian bagian ini menitikberatkan bahwa motif itu merupakan faktor pendorong manusia untuk bertingkah laku. Perilaku merupakan pengjawantahan atau aktualisasi diri. Perilaku didorong oleh motif. Hal ini tidak berarti bahwa kita mengesampinkan faktor lingkungan, tetapi seperti kita ketahui bahwa motivasi dan lingkungan pada dasarnya berinteraksi, sehingga persoalan lingkungan dengan sendirina tercakup dalam uraian ini.

Banyak pendekatan utnuk menganalisis dan mengklasifikasikan kekuatan dari dalam yang menghasilkan gejala yang dimaksud dengan tingkah laku. Eksperimen-eksperimen psikologi cenderung untuk memilih pendekatan system dalam menerangkan tingkah laku dari sisi dorongan, dan dorongan diartikan sebagai kekuatan/ dorongan biologis dalam arti luas, seperti lapar, haus, dan dorongan seksual. Seorang Pendidik perlu meihat motivasi yang tidah semata- mata berasal dari faktor dorongan biologis. Hal ini dikemukakan oleh para psikolog yang telah meninjau perilaku manusia dari faktor dorongan atau motivasi.

Beberapa psikolog, seperti Carl Roger (1951), Arthus W. Combs dan Snygg (1959) meyakini bahwa motif dasar manusia adalah “need for adequacy”, yang mereka artikan sebagai suatu “great driving striving, force in each of us by which we are continually seeking to make ourselves ever more adequate to cope with life” (Lidgren, 1980:36). Kebutuhan akan keyakinan diri ini diekspresikan melalui dua bentuk perilaku, yaitu kebutuhan mempertahankan diri (maintenance) dan mengembankan diri (enchancement). Sejak lahir hingga meninggal, kebutuhan manusia untuk mempertahankan dirinya agar tetap hidup merupakan kebutuhan dasar. Hal ini berarti menempatkan fungsi organisme menjadi amat penting artinya. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa kebutuhan untuk mempertahankan diri itu sebenarnya bukan sekedar tertuju agar manusia tetap hidup, melainkan lebih dari itu, yakni setiap individu senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologisnya yang lebih memadai atau untuk menjadi lebih baik.

Lebih dari yang dialami oleh binatang, manusia mampu mengantisipasi kejadian-kejadian masa depan, tidak hanya terbatas untuk mempertahankan dirinya pada saat sekarang, tetapi juda bermaksud mengubah diri dan lingkungannya agar pengembangan dirinya menjadi lebih baik diwaktu-waktu yang akan datang. Hal tersebut diartikan sebagai kebutuhan normatif dan bukan semata-mata kebutuhan psikologis.

Kebutuhan psikologis muncul dalam kehidupan manusia, seperti apa yang dialami setiap hari secara emosional, yaitu:senang, puas, susah, lega, kecewa, dan semacamnya. Karena hidup bersama di dalam masyarakat, manusia ingin mengatur dan mengikuti peraturan yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat, sekalipun kadang-kadang hal ini amat sukar. Untuk itu, manusia belajar memahami norma-norma atau sifat-sifat norma, artinya perilaku manusia diarahkan dan disesuaikan dengan kehidupan bermasyarakat. Dalam dunia pendidikan, ada kalanya berkembang norma-norma baru dan norma itu segera diberlakukan di masyarakat. Oleh karena itu, dalam kehidupan manusia juga berkembang kebutuhan-kebutuhan normatif, yaitu kebutuhan yang ditentukan dan sesuai dengan harapan-harapan pihak lain dan yang diterima oleh dirinya, sekarang maupun yang akan datang.

B. Kebutuhan Dasar Individu

Pada bayi, perilakunya didominasi oleh kebutuhan-kebutuhan biologis, yakni kebutuhan untuk memertahankan diri. Kebutuhan ini disebut definciency need artinya kebutuhan untuk pertumbuhan dan memang dierlukan untuk hidup (survival). Kemudian, pada masa kehidupan berikutnya, muncul kebutuhan untuk mengembangkan diri. Berkembangnya kebutuhan ini terjadi karena pengaruh faktor lingkungan dan faktor belajar; seperti kebutuhan akan cinta kasih, kebutuhan untuk memiliki (yang ditandai dengan berkembangnya “aku” manusia kecil), kebutuhan harga diri, kebutuhan akan kebebasan, kebutuhan untuk berhasil, dan munculnya kebutuhan untuk bersaig dengan yang lain. Kebutuhan-kebutuhan tersebut oleh Henry A. Murray (Lindgren 1980:40) dinyatakan sebagai need for affilation atau isingkat n’Aff dan need for achievement sebgai n’Ach. Carl Rogers dan Abraham Maslow (1954) menyebut n’Aff ini sebagai self actualizing need. Kebutuhan untuk mengaktualisasi diri yang ditandai oleh berkembangnya kemampuan mengekspresikan diri, yaitu menyatakan potensi yang dimiliknya menjadi lebih efektif dan kompeten. Kebutuhan untuk mengaktualisasi diri pada dasarnya merupakan perkembangan dari kebutuhan-kebutuhan tingkat sebelumnya dan kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat tinggi karena didalamnya termasuk kebutuhan untuk berprestasi.

Kebutuhan-kebutuhan sebelumnya adalah kebutuhan untuk memilik, baik dari pemilikan itu berkaitan dengan linkungan manusia maupun yang berkaitan dengan keadaaan. Dalam tingkat perkembangan tertentu, seorang indiviu berupaya memiliki teman sejawat, mendapatkan kasih saying, dan memiliki benda-benda yang disenanginya. Dengan munculnya kebutuhan tersebut yang berarti di dalam dirinya telah terjadi kontak dengan dunia luar dirinya, dengan “yang lain” atau n’Aff. Sebagaimana telah dikatakan, kebutuhan yang paling mendasar adalah kebutuhan berkaitan dengan kepentingan jasmaniah atau organisme, baik yang berkaitan dengan usaha mengembangkan diri, memperoleh keamanan, maupun usaha mempertahankan diri.

Remaja sebagai individu atau manusia pada umumnya juga mempunyai kebutuhan dasar tersebut. Secara lengkap, kebutuhan dasar seorang individu dapat digambarkan sebgai berikut,

(Lindrogen, 1980-42)

Keempat macam kebutuhan tersebut bersifat hierarki, dari kebutuhan yang bertingkat rendah, yaitu kebutuhan jasmaniah, sampai dengan kebutuhan yang bertingkat tinggi, yaitu kebutuhan aktualisasi diri.

Hierarki kebutuhan di atas sejalan dengan teori kebutuhan yang dikemukakan Maslow (Lefton, 1982:171), yaitu:

Menurut Lewis (1993), kegiatan remaja atau manusia itu didorong oleh berbagai kebutuhan, yaitu:

a. kebutuhan jasmaniah,

b. kebutuhan psikologis,

c. kebutuhan ekonomi,

d. kebutuhan sosial,

e. kebutuhan politik,

f. kebutuhan penghargaan, dan

g. kebutuhan aktualisasi diri.

I. Teori tentang Kebutuhan Dasar dan Perkembangan Individu

A. Abraham Maslow


Mr. Abraham Maslow

Teori Hirarki Kebutuhan dikemukakan oleh Abraham H. Maslow pada tahun 1954. Teori ini sering dikenal sebagai teori hirarki kebutuhan Maslow (Maslow’s Hirarchy of Needs Theory). Dalam teori ini dikemukakan bahwa di dalam setiap manusia terdapat sebuah hirarki dari lima kategori kebutuhan. Lima kategori kebutuhan tersebut adalah:

Teori hirarki kebutuhan Abraham Maslow

1. Physiological needs

Physiological needs adalah kebutuhan–kebutuhan dasar untuk menunjang kelangsungan hidup seseorang, termasuk makanan, minuman, tempat tinggal, pakaian, dan lain-lain (Hersey et al., 1996; Maslow, 1970).

2. Safety needs

Safety needs pada dasarnya adalah kebutuhan untuk bebas dari rasa takut terhadap bahaya dan rasa kuatir terhadap hilangnya physiological needs dasar. Safety needs mencakup keamanan dan perlindungan dari ancaman fisik dan emosional (Hersey et al., 1996; Maslow, 1970).

3. Belonging needs

belonging needs adalah kebutuhan untuk dapat diterima oleh berbagai macam kelompok masyarakat, hal ini berhubungan dengan manusia sebagai makhluk sosial yang berusaha keras untuk hubungan yang berarti dengan sesamanya. belonging needs mencakup kasih sayang, rasa turut memiliki (belongingness), rasa dapat diterima (acceptance), dan persahabatan (Hersey et al., 1996; Maslow, 1970).

4. The need for Esteem

Termasuk internal esteem seperti harga diri (Self-Respect), otonomi, dan prestasi; dan external esteem seperti status, pengakuan, dan perhatian (Hersey et al., 1996; Maslow, 1970).

5. Self-Actulization

Self-Actulization adalah kebutuhan untuk memperbesar potensi seseorang, atau dengan kata lain dorongan untuk menjadi seseorang sebagaimana dia mampu menjadi demikian (Hersey et al., 1996; Maslow, 1970).

maslow

Wallahu A’lam Bis ShawabUpZ….keseharianq begitu melelahkan, sampai-sampai dapat qhitung dengan jari berapa jam aq berada di rumah. Dimulai dari pagiq, “ALLAHU AKBAR3x” Hummm…you’re right, having pray to GOD before, ALLAH is my purpose. Trus abiz gitu mandi, uchh…abiz gitu siap2in apa-apa yang aku perlukan untuk seharian nanti, kalau gag nyiapin buat kuliah ya nyiapin modul-modul buat sikecil-kecil. Hehehehe, perlu saia perkenalkan dulu mungkin yaw?

Yapz….my name is mothy, or in deucth Mein name ist mothy

(mothy is just my nick)

Coz banyak kawand-kawand, dari yang udah berumur, beruzur sampe yang

precil-precil…hakz…maaph bagi ada yang tersinggung…

Mothy adalah seorang hambaNYA yang masih jauh dari kesempurnaan, q hanyalah seorang yang sangat bodoh, kurang, naif, dan masih banyak hal-hal negatid yang masih melekat pada tubuh ini. Q terlahir dari seorang ayah yang disiplin oleh waktu (gag kayak aq…hakZ..), bijak, diplomatis, dan bertanggung jawab. Q selalu diajarkan untuk mementingkan sebuah keprofesionalismean dan ketanggungjawaban. Beliau selalu marah jika sesuatu menyimpang dari prinsipnya. Waduh, kuk jadi curhat kaiak ginie yaw???Q juga terlahir dari seorang ibu yang sangat penyayang dan rela berkorban…waduw, It’s make me so girly…hehehehe^^

yaw dah, cuma selingan duank kug…

sampai pada suatu saat q berfikir, q termenung…

waktu,

Time,

I wanna ask to you…

apakah waktu itu abadi?

Q bingung,

kemudian ku berfikir, Time will blast one time???

suatu saat waktu akan hilang….waktu yang tak nyata…

Yapz…Its like a shadow…

kemarin, hari ni, besok hanyalah sebuah bayangan….

dimana dalam bayangan itu selalu butuh sebuah pertanggung jawabaan.

Aq semakind terarah,hidupq hanya sekali,hidupq hanya satu,tujuanq hnya satu…

entah sampai kapan waktu terus bertahan…

Wallahu A’lam Bis Shawab

waduW….bnEr2 biNguNg banGeD memaKAi bLoG baruw…taPi teteP keRend banGeT kUg…siapaPun dikaU pLeaSe give me iNpUt yaPH..^^
tHanks 4 your kindneSs….

I’ll UpdaTe mY profile soon…

tRuLLy youRs, waNna moRe anD gimme more??GlUkZ…

moThY^^

bErsatu yUkkk